Arsip untuk Mei 23rd, 2008
Kontrak Politik
Ditulis oleh k5tarakan di/pada Mei 23, 2008
Ditulis dalam AFI, Blog, Gambar | Bertanda: AFI, Bangkit, Cagub, Foto, Kaltim | Leave a Comment »
Awang, Dimata Hati Masyarakat Kaltim
Ditulis oleh k5tarakan di/pada Mei 23, 2008
Awang Kecil
Mungkin, Anda belum tahu, sosok yang sangat sederhana ini berasal dari sebuah kampong di Tenggarong, 31 Juli 1948. Ia berangkat dari kesederhanaan warga desa, seperti anak-anak lainnya. Bersekolah tanpa sepatu, di Sekolah Rakyat di Tarakan. Awang kecil ini putra ke 11 dari 13 bersaudara pasangan Awang Ishak (gelar Awang Mas Pati) dan Hj. Dayang Djohariah.
Jarang orang mengerti, bahwa si Awang kecil ini hidup dalam kepedihan. Ia banyak memperhatikan tetangga-tetangganya yang tinggal di kampong halamannya, hidup dalam penderitaan dan kesusahan. Selama masa remajanya di Tenggarong, Awang sering menemukan anak-anak sebayanya tidak mampu meneruskan sekolah. Karena biaya sekolah yang tidak terjangkau! Awang sering minta kepada orang tuanya agar membantu biaya sekolah teman-temannya.
Tetapi, waktu itu, tidak banyak yang bisa dilakukannya. Seberapa besar kemampuan orang tua Awang kecil yang bisa membantu biaya sekolah teman-teman Awang tidak sebanding dengan jumlah teman-temannya yang terpaksa putus sekolah.

Namun Awang kecil yang sedih waktu itu, tidak pernah berhenti menyerah dengan keadaan. Satu-satunya yang bisa dilakukannya waktu itu adalah belajar dan belajar. Ia menghabiskan masa remajanya sampai SMU Tenggarong, tahun 1967. Selama masa remajanya Awang membentuk dirinya menjaadi dewasa. Ia tidak pernah lepas dari pergaulan anak desa di kampong halamannya, Tenggarong.
Awang kecil hanya bisa menangis! Ia tidak tega melihat teman-temannya keluar sekolah, bekerja membantu orang tua mereka dengan menjaadi buruh yang digaji ala kadarnya.
Pahit getir kehidupan itu ternyata telah membentuk kedewasaan Awang. Dalam hatinya, muncul tekad ‘Kalau saat ini saya tidak bisa membantu, maka suatu saat nanti aya akan menjaadi orang yang bia mewujudkan kesejahteraan!’
Awang tumbuh ditengah penderitaan sekitarnya. Ia beruntung bia melanjutkan sekolah lebih tinggi lagi. Tekad itu tidak pernah surut sedikitpun. Selepas SMU, ia bertekad belajar lagi. Tujuannya Cuma satu! Agar ia bisa membagikan ilmunya pada teman-teman di kampong halamanyanya di Tenggarong. Maka Awang melanjutkan sarjana di Fakultas Keguruan Ilmu Sosial IKIP, Malang. Tahun 1973 ia lulus.
Kecintaan akan kampung halaman telah terpartri dalam dirinya, membuat ia kembali ke kampong halamannya. Ia diterima bekerja sebagai staff rendahan di Direktorat Pembangunan Kantor Gubernur Tk I kaltim, 1973. Prestasi kerjanya telah membuat Awang diangkat menjadi Kasubdit Perencanaan pada Direktorat Pembangunan Kaltim, 1974.
Tetapi bagi Awang, sebagai pegawai negeri waktu itu ia tetap hidup di tengah-tengaah penderitaan masyarakat Tenggarong. Kepedihan melihat kesulitan hidup orang-orang tidak pernah bisa lepas dari matanya.
Awang Dewasa
Si Awang yang telah menjadi sosok dewasa, sering meneteskan air matanya bila tetangga-tetangga dating minta tolong. Tetapi saat itu ia masih sama seperti waktu anak-anak, tidak banyak yang bisa diperbuatnya.
Dan tekad Awang, kembali membulat. Ia Hijrah ke Jakarta, menjadi anggota DPR/MPR-RI periode 1987-1992 dan 1992-1997. Awang berkesempatan melihat dari bingkai yang lebih besar. Penderitaan tetangga-tetanganya di Tenggarong ternyata hanya seujung kuku. Jauh lebih banyak masyarakat Kalimantan Timur, hidup dalam jerat kemiskinan. Padahal Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar dan menghasilkan devisa tinggi bagi negara ini.
Dalam benak Awang selalu muncul pertanyaan bear, Rakyat Kalimantan Timur tidak berhak hidup menderita! Beruntung, jaman berubah berpihak pada rakyat. Kesempatan terbuka lebar bagi Awang terjun ke daerah untuk berkarya. Ia menjadi salah satu sosok yang memperjuangkan Otonomi Daerah menjadi seperti sekarang ini. Awang keluar dari hangar binger kehidupan Jakarta dan kembali ke daerah. Ia dipercaya memimpin Kabupaten Kutai Timur.
Waktu itu, kutai Timur adalah daerah yang kaya sumber daya alam tetapi rakyatnya miskin.
Dengan tekad bulat Awang untuk berbakti pada daerah, ia telah membuktikan pembangunan masyarakat Kutai Timur. Kesejahteraan masyarakat, meningkat pesat, pembangunan infrastruktur luar biasa dipercepat. Investasi ke daerah dibuka lebar-lebar demi peningkatan ketersediaan lapangan kerja.
Tekad semasa kecilnya tidak pernah surut sedikitpun. Semasa menjadi Bupati Kutai Timur, Awang langsung menggelontorkan APBD 20% untuk pendidikan. Awang tidak rela bila generasi muda tidak memperoleh pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, Awang juga menyediakan pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi.
Kecintaannya kepada dunia pendidikan, juga diwujudkan dengan pembangunan STIPER, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian. Luluan STIPER itu bisa langsung mendapatkan pekerjaan di Agrobisnis dan Agroindustri yang gencar dikembangkan di Kutai Timur.
Visi kepemimpinan Awang tidak diragukan lagi. Ia telah membangun pondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak heran, Awang Faroek dipercaya kembali memimpin Kutai Timur kedua kalinya dengan perolehan suara tertinggi di seluruh Propinsi Kalimantan Timur.
Keberhasilan Awang dalam bidang pertumbuhan investasi ke Kutim, membuat Awang menerima pengakuan nasional. Tahun 2006, ia menerima Penghargaan otonomi Award 2006 sebagai Special Category (Region in a Leading Innovative Breakthrough on Local Ecomonic) dari Jawa Pos Institute of Pro Otonomi. Tidak hanya itu, Awang menerima Penghargaan Investment Award Peringkat Teringgi untuk Faktor Ekomoni Daerah dari KPPOD, (The Asia Foundation & USAID).
Pengakuan demi pengakuan tingkat nasional dikucurkan dari pemerintah pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2007 telah memberikan anugerah kepada Awang Faroek Satya Lencana Pembangunan Bidang Pendidikan. Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, tahun 2006, memberikan anugerah Leadership Award, kategori Pencapaian Tertinggi Bidang Pelayanan Publik kepada Awang Faroek.
Bahkan Menteri Datam Negeri telah memberikan penghargaan kepada Awang dalam hal manajemen pemeritahan daerah terbaik, yaitu Inovative Government Award tahun 2007. Penghargaan ini diberikan hanya kepada 3 Kepala daerah. Awang Faroek lshak, sebagai Bupati Kutai Timur, Untung Wiyonosebagai Bupati Sragen, dan Winasa sebagai Bupati Jembrana.
Tiga tokoh Kepata Daerah ini diakui menjadi titik ukur keberhasilan era Otonomi Daerah. Pemerintah mengakuinya dan yang lebih penting lagi adalah masyarakat daerah memperoleh kemanfaatannya. Awang Faroek telah menunjukkan pada Indonesia dan Kalimantan Timur bahwa apa yang dilakukannya hanyalah semata-mata demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Refleksi Mata hati
Awang Faroek sosok pemimpin yang sederhana yang telah membuktikan kecintaannya pada dunia pendidikan dan ketulusannya pada perbaikan kesejahteraan masyarakat. la kadang merenung dalam kesedihan yang sama. la tidak pernah lupa tahajud dengan hati yang penuh tanya, mengapa ada sekelompok orang yang tega memfitnah dirinya?
Mengapa ada sekelompok orang yang terus berkoar-koar di koran-koran yang menuduh korupsi? Mereka telah berusaha membunuh mata hati masyarakat Katimantan Timur dengan sederetan kampanye hitam.

Mengapa masih ada sekelompok orang yang terus berusaha menghasut masyarakat Kalimantan Timur yang penuh damai ini dengan memutar-balikkan fakta? Lantas kemana suara hati nurani yang bersih harus berlindung?
Apa motif dibelakang sekelompok orang yang tidak rela Kalimantan Timur dipimpin tokoh kelas nasional yang penuh prestasi?
Tetapi Awang yakin, bahwa kejujuran, kebaikan dan keyakinan masyarakat Kalimantan Timur tidak akan terbeli.
Kalimantan Timur Masa Depan
Lantas, apakah prestasi kepemimpinan Awang hanya cukup sebatas di Kutai Timur saja? Tidak!
Bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi prestasi kepemimpinan. Lebih besar lagi kepemimpinan untuk masyarakat yang lebih luas!
Masyarakat Kutai Timur tetah membuktikan kualitas kepemimpinan Awang. Pemerintah telah memberikan banyak penghargaan atas kualitas kepemimpinan Awang.
Awang Faroek tidak boleh berhenti berkarya. la masih dibutuhkan! Bangsa dan Negara ini membutuhkan Awang Faroek! Masyarakat Kalimantan Timur yang mendambakan peningkatan kesejahteraan membutuhkan kualitas kepemimpinan
Awang Faroek.
Maka, berserulah wahai orang-orang yang mencintai Kalimantan Timur. Berserulah kepada semua teman, kerabat, saudara dan siapapun yang tinggal di bumi Kalimantan Timur.
Hanya 1 yang terbukti mampu membawa kemajuan bagi Kalimantan Timur.
Hanya 1 yang terbukti mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak-anak Kalimantan Timur.
Hanya 1 yang terbukti mampu mendatangkan investasi pengelolaan sumberdaya alam demi masa depan anak-anak Kalimantan Timur.
Hanya 1 yang terbukti mampu memimpin pemerintahan daerah yang bersih dengan niat tulus melayani masyarakat Kalimantan Timur.
Hanya nomor 1 yang diperlukan Masyarakat Kalimantan Timur.
Nomor 1 bagi Masyarakat Kalimantan Timur
Ditulis dalam AFI, Blog, Gambar | Bertanda: AFI, Awang, Bangkit, Gubernur, Kaltim, Kutai Timur | 2 Komentar »











