Perjuanganku ini tak akan henti,
Untuk Kaltim yang sangat kucintai
Yuk kita saling bahu membahu
Penuh semangat Kaltim harus maju…..
Penggalan nyanyian ini dilantunkan calon Gubernur Kaltim nomor urut 1, Awang Faroek Ishak (AFI) yang memplesetkan lagu milik Obbie Mesak berjudul “Aku Masih Seperti Yang Dulu”, saat tampil di acara panggung gembira dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan Klas IIA Tarakan, Selasa (29/4).
Tak ayal, dari lantunan suara merdu Awang, seluruh penghuni Lapas Tarakan pun ikut terbuai dan langsung menggoyangkan diri seraya berjoget. Hal serupa juga dilakukan penghuni Lapas dari kaum perempuan. Semuanya berbaur dan yang lebih menggembirakan, dalam acara ini semua penghuni Lapas sangat senang atas kehadiran AFI, tanpa ada keluhan dan riak-riak dari para penghuni lembaga pembinaan ini.
Pada saat itu, AFI sempat menyinggung bahwa penghuni yang masuk di Lapas bukanlah sebagai orang terpenjara seperti keadaan tahun 1940-an yang silam, namun imej Lapas sudah berubah menjadi tempat pembinaan, yang nantinya akan kembali ke masyarakat.
Karena itu, sejumlah program kerakyatan disampaikan AFI ketika kelak nanti terpilih sebagai gubernur didampingi Farid Wadjdy. Mulai pengentasan pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan diberbagai sektor. Caranya, harus memiliki keterampilan dan pendidikan yang siap bersaing.

“Undang investor datang ke Kaltim. Contoh di Kutim, sedikitnya 4.600 pengangguran sudah dipekerjakan di perkebunan sawit,” kata AFI.
Untuk membekali diri keterampilan dan pendidikan, pemerintah harus proaktif membantu masyarakat. Seperti pengalokasian dana pendidikan 20 persen, bebas biaya sekolah, tunjangan guru dinaikkan, serta berbagai program lainnya.
“Supaya masyarakat lebih mudah sekolah, tidak terbebani pendidikan yang mahal,”. Dikatakannya, saat ini dibutuhkan tidak hanya kecerdasan seseorang dalam menjalani hidup sejahtera, tapi juga akhlak, moral yang mulia yang malah saat ini sangat dibutuhkan.
“Nah, jika kita tidak bermoral, maka tentunya kita tidak akan dipakai dalam dunia kerja dan kita akan bisa ketinggalan. Apalagi zaman modern ini, dimana orang luar negeri bisa bekerja di Negara kita,” kata AFI mengingatkan.
Selain itu, jika Awang kelak terpilih sebagai Gubernur Kaltim, prioritas pendidikan akan diutamakannya seperti yang telah dilakukannya di Kutai Timur (Kutim).
“Di Kutim, sudah tidak ada lagi biaya sekolah, semuanya gratis. Kami juga mengedepankan peningkatan mutu guru, bahkan sudah menyekolahkan guru-guru. Saat ini sejak dua tahun lalu, sudah 1.200 guru yang sudah saya sekolahkan jadi sarjana,” ulasnya.
Begitu juga penghargaan guru harus diperhatikan. Dari seseorang guru yang mempunyai mutu bagus, tiap guru mendapatkan insetif tiap bulan sebesar Rp. 1.200.000 di luar gaji. Ditambah program beasiswa yang sudah mencapai 2.500 anak didik.
Ketua Dewan Pendidikan Kaltim ini ketika menjelaskan soal pendidikan, penghuni Lapas, terutama mereka yang sudah lulus dari SMA bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yakni ke universitas terbuka, di mana mereka bisa belajar dari Lapas tanpa perlu keluar.
“Saat ini ada kuliah jarak jauh. Jadi saat habis masa tahanannya, ia keluar dari Lapas dan langsung bergelar sarjana dan bisa kembali diterima masyarakat umum,” terang Awang.
Dalam kesempatan itu, Awang memberikan sumbangan berupa satu unit TV 21 inch serta beberapa peralatan olahraga seperti bola sepak, bola voli serta baju kesebelasan sepak bola.(*)










